Artificial Intelligence (AI) Sebuah Fenomena ?

Artificial Intelligence (AI) Sebuah Fenomena ?

Perkembangan teknologi berlangsung dengan cepat, bahkan sangat cepat. Sehingga, jika kita bisa melakukan wawancara kepada seseorang yang berasal dari tahun 1700 mengenai teknologi saat ini. Maka dapat dipastikan bahwa orang tersebut tidak akan mengerti sama sekali apa yang kita bicarakan.

 

Menurut Ray Kurzweil, seorang ilmuwan yang meneliti dan membuat prediksi mengenai masa depan. Perkembangan kecerdasan buatan bergerak dalam grafik yang semakin tinggi. Jika dulu, perkembangan teknologi membutuhkan waktu bertahun-tahun, atau mungkin ribuan tahun, untuk bisa membuat seseorang yang berasal dari masa lalu untuk tidak mengerti sama sekali dengan teknologi tersebut. Maka nantinya, hanya diperlukan waktu kurang dari 35 tahun untuk membuat seseorang tidak mengerti teknologi sama sekali.

 

Salah satu alasannya dari kemajuan yang begitu cepat adalah karena adanya Artificial Intelligence, atau yang biasa disebut sebagai AI atau kecerdasan buatan. Jika kita berbicara mengenai AI, yang berada dalam pikiran orang awam adalah film-film box office dari Hollywood yang bercerita tentang berbagai robot dan hal-hal masa depan yang sanggup bergerak sendiri. Hal tersebut memang tidak salah. Namun jika berbicara mengenai AI, maka hal tersebut hanya beberapa bagian yang ada di dalamnya. Menurut Wikipedia, kecerdasan buatan adalah kecerdasan yang diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia.

 

Di dalam AI sendiri terdapat 3 kategori yang berbeda, ketiga kategori tersebut adalah :

  1. Artificial Narrow Intelligence (ANI) – ANI dikategorikan sebagai AI dalam bentuk paling lemah. Fungsi dari ANI adalah melakukan sesuatu pekerjaan spesifik dari manusia. Sebagai contoh dari ANI adalah komputer yang dapat bermain catur. Komputer tersebut mungkin dapat bermain catur dengan tingkat di atas rata-rata atau mungkin master. Namun, jika Anda meminta komputer tersebut untuk melakukan sesuatu yang lain diluar catur, maka dapat dipastikan itu tidak akan terjadi.
  2. Artificial General Intelligence (AGI) – AGI dikategorikan AI yang bergerak dalam bentuk manusia atau selevel dengan manusia. AGI mampu untuk berpikir dan memiliki perasaan yang sama dengan manusia. AGI juga disebutkan untuk mampu merencanakan dan membuat persiapan seperti halnya manusia.
  3. Artificial Super Intelligence (ASI) – Menurut filosofis dan pengamat AI dari Oxford, ASI didefinisikan sebagai AI yang sudah melewati batas manusia. Mereka mampu berpikir lebih cepat dibanding manusia. Beberapa topik penting seperti mengapa hidup itu ada mungkin akan menjadi topik yang sering dibicarakan oleh ASI.

 

Dunia yang kita diami saat ini dipenuhi oleh berbagai ANI, dan perjalanan dari ANI menuju ke AGI adalah jalan yang masih panjang untuk kita lewati. Salah satu yang saat ini sedang dikerjakan oleh ilmuwan adalah kemampuan komputer. Otak manusia, adalah salah satu benda terkompleks yang hanya bergerak dengan 20 watt listrik. Sedangkan, supercomputer tercepat di dunia membutuhkan 24 megawatt listrik dan lokasi seluas 720 meter persegi.

 

Jika melihat perkembangan saat ini, mungkin akan membutuhkan waktu sangat lama untuk kita dapat merasakan dan melihat bagaimana cara kerja dari Artificial Super Intelligence.