Perombakan PT SMI Menjadi Bapindo Yang Mendanai Proyek Infrastruktur Rp. 150 Triliun

Perombakan PT SMI Menjadi Bapindo Yang Mendanai Proyek Infrastruktur Rp. 150 Triliun

Rencana pemerintah untuk merombak keberadaan PT Sarana Multi Infrastruktur atau PT SMI menjadi lembaga yang membiayai pembangunan di Indonesia tidak main-main. Hal ini dibuktikan dalam sebuah pernyataan Menteri Keuangan yang menyatakan bahwa kebutuhan lembaga pembiayaan pembangunan di Indonesia sangatlah mendesak untuk memastikan kelancaranan proyek pembangunan infrastruktur nasional.

Sudah bukan rahasia lagi jika proyek pembangunan di Indonesia membutuhkan biaya yang sangat besar. Kebutuhan biaya ini selama ini ditutupi oleh penyediaan dana yang dilakukan oleh bank konvensional, namun dalam jumlah yang sangat terbatas. Sehingga kelangsungan proyek pembangunan infrastruktur seringkali terganggu dan dihentikan karena keterbatasan dana ini. Namun dengan adanya Lembaga Pembiayaan Pembangunan Indonesia atau LPPI yang lebih dikenal sebagai bank pembangunan infrastruktur, masalah dana proyek infrastruktur dapat diatasi.

Perubahan PT SMI menjadi bank infrastruktur ini akan membuat kinerja PT SMI lebih optimal dalam menyediakan dana pembangunan infrastruktur. Hal ini karena nantinya PT SMI akan lebih fokus mengerjakan masalah perbankan yang khusus menangani pembiayaan proyek pembangunan infrastruktur. Terutama proyek-proyek infrastruktur yang sangat berisiko mengalami kesulitan dana sehingga terhindar dari gagalnya rencana pembangunan yang dibuat.

Dalam pernyataannya, Menteri Keuangan menambahkan bahwa sesungguhnya keberadaan bank infrastruktur sendiri bukanlah hal yang asing di Indonesia. Dulunya Indonesia pernah memiliki bank infrastruktur yang memiliki tugas yang sama dalam menyediakan dana pembangunan infrastruktur. Buruknya desain bank infrastruktur dulu menyebabkan kinerjanya tidak optimal dan lebih sering terganjal masalah. Pada akhirnya bank infrastruktur yang pernah dibentuk di Indonesia tersebut ditutup dan tidak beroperasi lagi.

Mengacu dari pengalaman masa lalu, Menteri Keuangan menjelaskan bahwa perobakan PT SMI menjadi bank infrastruktur kali ini tidak boleh mengalami kejadian yang sama dengan Bapindo dulu. Meski kebutuhan bank infrastruktur sangat mendesak, namun proses perombakan tidak harus dilakukan terburu-buru. Perlu rencana yang mantap untuk mengubah PT SMI menjadi bank infrastruktur sehingga tidak berakhir sama dengan Bapindo.

Meski tidak buru-buru, namun kembali Menteri Keuangan menegaskan bahwa perombakan PT SMI harus ditargetkan selesai dalam kurun waktu tertentu. Pemerintah telah menargetkan bahwa perombakan harus selesai dalam waktu 1-2 tahun ke depan. Mengenai perombakan ini, PT SMI mengajukan 3 syarat utama yang harus dijamin pemerintah syarat tersebut dapat dipenuhi. Sehingga kinerja PT SMI sebagai bank infrastruktur lebih optimal.

Syarat utama yang diajukan PT SMI adalah jaminan kebangkrutan, kecukupan modal dan juga permintaan insentif pajak. Syarat kecukupan modal telah dipenuhi pemerintah melalui LPEI atau Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia. Dan syarat  lainnya telah berada dalam pembahasan Program Legislasi Nasional atau Prolegnas tahun ini. Jika pembahasan ini tuntas, PT SMI akan berubah menjadi bank infrastruktur atau mirip dengan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) yang akan membiayai proyek pembangunan infrastruktur hingga 15 triliun rupiah.

 

Sumber : http://www.ptsmi.co.id