Beberapa Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Launching Website Baru

Beberapa Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Launching Website Baru

“A lesson a day”

Sebuah ungkapan yang menyatakan bahwa setiap harinya akan selalu ada pengetahuan baru untuk dipelajari. Nah, untuk pengetahuan hari ini adalah mengenai Search Engine Optimization (SEO), khususnya mengenai saat launching website baru untuk menggantikan website yang lama.

Dalam proses pembuatan website, jika website yang diluncurkan berfungsi untuk menggantikan website yang sudah ada, maka biasanya akan ada proses pemindahan data dari website yang sudah dipersiapkan untuk menggantikan website lama. Hal ini dimaksudkan agar customer atau pengunjung website dapat mengakses website tanpa harus menunggu website baru selesai dibuat.

Pada proses ini, apakah pemindahan website begitu saja tidak akan merusak SEO dari website tersebut? Tentu tidak. Harus ada beberapa tahap yang dilakukan sebelum melakukan pemindahan. Hal ini sendiri baru saya ketahui setelah melakukan beberapa proses pemindahan begitu saja, dan melakukan pengecekan pada Google, lalu menemukan adanya kesalahan yang seharusnya tidak terjadi jika saya melakukan beberapa kegiatan SEO sebelumnya.

Beberapa kesalahan yang ditemukan antara lain :

  1. 404 (not found) pada hasil pencarian Google
  2. Halaman baru yang seharusnya redirect ke halaman lain
  3. Jumlah hasil pencarian yang berlebih
  4. Ada beberapa halaman kosong yang seharusnya tidak terindex di Google

Kesalahan tersebut dapat ditanggulangi dengan beberapa tahap yang dilakukan baik sebelum dan sesudah pemindahan antara lain :

Melakukan index checking pada website lama dan website baru,

Gunakan tools yang tersedia untuk melakukan pengecekan indexing baik pada website lama dan website yang akan menggantikannya. Pastikan untuk mengimpor dalam bentuk csv (comma separated value) untuk memudahkan dalam langkah berikutnya.

Mempersiapkan redirect list dari website lama ke website baru,

Setelah menyimpan dalam bentuk csv, pastikan setiap link dari website lama yang akan berubah ketika terjadi pemindahan memiliki redirect menuju link ke halaman yang baru. Jika Anda menggunakan wordpress dan plugin redirection, Anda bisa mennyimpan csv dengan format kolom A adalah kolom link dari website lama dan kolom B adalah link yang dituju untuk redirect. Pastikan juga format link tanpa alamat website contohnya jika link http://miqueltort.com/testing simpan dalam format /testing saja.

Setelah melakukan pemindahan, masukkan list yang sudah dipersiapkan sebelumnya,

Setelah proses pemindahan website baru ke website lama telah selesai, upload csv yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

Lakukan index checking sekali lagi lalu submit website untuk diindex ulang.

Setelah melakukan redirection, lakukan checking ulang untuk mencari tahu apakah masih ada masalah yang perlu diselesaikan