Deoxyribonucleic Acid

Deoxyribonucleic Acid

Deoxyribonucleic Acid (DNA)

Deoxyribonucleic Acid, atau yang biasa juga disebut sebagai DNA adalah molekul yang terdapat dalam setiap makhluk hidup. DNA juga dapat ditemukan pada hampir semua virus. Fungsi utama dari DNA adalah sebagai pembentuk kehidupan. Istilah DNA sendiri terdiri atas 3 suku kata yaitu Deoxyribo (D), Nucleic (N), dan Acid (A). Deoxyribo yang berarti terdiri atas susunan gula dan fosfat yang menjadi satu. Nucleic karena DNA terdapat pada nucleus sel. Dan Acid karena penyusun utama DNA adalah acid.

 

Penemuan DNA

Source: Wikipedia

Pada awalnya DNA ditemukan oleh seorang peneliti wanita bernama Rosalind Franklin melalui sinar X-ray. Pada penelitiannya, Rosalind menemukan adanya sebuah molekul yang dapat memanjang pada saat basah dan memendek pada saat kering. Rosalind juga menemukan bahwa DNA memiliki bentuk tangga spiral atau yang dikenal dalam istilah sains sebagai Double Helix. Namun karena berbagai masalah internal, penemuan tersebut dianggap memiliki banyak kecacatan. Setelah itu, penemuan tersebut ditindaklanjuti oleh 2 orang peneliti bernama James Watson dan Francis Crick. Watson dan Crick kemudian melanjutkan dengan penemuan struktur DNA yang terdiri atas pasangan nucleotides.

 

Susunan DNA

Konfigurasi DNA berbentuk seperti anak tangga atau dikenal dengan istilah double helix. Pada konfigurasi tersebut, kita dapat menemukan 4 penyusun utama yang mengandung nitrogen, atau nitrogenous. Keempat penyusun tersebut adalah Adenine (A), Guanine (G), Cytosine (C), dan Thymine (T). Adenine dan Guanine bersifat purines. Sedangkan Cytosine dan Thymine bersifat pyrimidines. Perbedaan dari purines dan pyrimidines adalah pyrimidines memiliki satu cincin carbon-nitrogen dan dua atom nitrogen, sedangkan purines memiliki 2 cincin carbon-nitrogen dan 4 atom nitrogen. Selain itu, purines memiliki struktur pyrimines yang bersatu menjadi sebuah cincin imidazole.

 

Pada double helix, kita akan melihat bahwa masing-masing penyusun DNA bergabung dengan penyusun lainnya membentuk pasangan. Pasangan tersebut menempel pada molekul gula dan molekul fosfat membentuk yang dinamakan nucleotide. Nucleotide ini yang kita lihat berbentuk seperti sebuah anak tangga. Oleh para saintis, anak tangga tersebut dianggap sebagai basis pasangan atau base pair. Masing-masing base pair tersebut kemudian terhubung melalui molekul gula dan fosfat dengan base pair lainnya membentuk sebuah tangga spiral atau Double Helix.

 

Base pair pada DNA memiliki keunikan di mana setiap penyusun Adenine hanya dapat terhubung dengan penyusun Guanine, dan sebaliknya. Hal tersebut berlaku pula bagi Cytosine dan Guanine. Karena konsistensinya tersebut, DNA digunakan sebagai identitas pada saat sel membelah diri. Pada saat membelah diri, DNA akan berpisah membentuk dua buah garis panjang yang disebut sebagai strands. Masing-masing sel yang membelah akan menerima 1 strands dan kemudian menggunakan strands tersebut sebagai template untuk membuat sebuah DNA yang cocok dengan DNA yang sebelumnya.

 

Setiap spesies makhluk hidup memiliki jumlah base pair dan panjang DNA yang berbeda-beda. Pada manusia, terdapat 3 miliar base pair. Walaupun memiliki 3 miliar dasar, 99 persen penyusunan DNA pada manusia sama persis, menyisakan sedikit saja ruang yang ternyata mampu membuat perbedaan begitu banyak pada masing-masing individual.