Fakta Tentang Muhammad Ali

Fakta Tentang Muhammad Ali

Dunia olahraga telah kehilangan atlet terbaik dalam sejarah mereka saat ini. Atlet itu bernama Muhammad Ali. Petinju dunia asal Amerika Serikat itu meninggal pada hari jum’at tanggal 3 juni.

Ali menghembuskan nafas terakhir saat berusia 74 tahun. Ia meninggal dunia karena penyakit Parkinson yang sudah dialami selama 32 tahun.

Meninggalnya ali tentu membuat luka yang mendalam bagi dunia olahraga khususnya dalam bidang tinju. Sebab, Ali telah meninggalkan banyak kenangan dan sejarah manis dalam dunia tinju. Termasuk beberapa perjalanan hebat yang dicatatkan sebagai petinju dunia.

Fakta Menarik Tentang Muhammad Ali

  1. Ali memiliki karateristik hebat sebagai petinju. Ia memiliki gerak kaki dan kecepatan tangan yang mampu menaklukan beberapa lawan. Berkat bakat ini, Ali berhasil meraih rekor yang fantastis dalam sepanjang karir seperti mencatatkan 56 kemenangan, 37 kemenangan diantaranya didapat dengan hasil KO, dan hanya menelan 5 kekalahan, ia juga meraih tiga gelar. Hal itu belum pernah terjadi sebelumnya.
  2. Ali berhasil memenangkan medali dalam kompetisi kelas berat ringan di Olimpiade 1960 di Roma. Ketika itu, Ali masih menyandang nama sebagai Cassius Clay. Dalam tulisan otobiografinya pada 1975, ia menulis telah melempar medali tersebut ke sungai setelah ditolak dilayani oleh salah satu restaurant di Louisville dan dilecehkan oleh sekelompok orang putih. Namun, menurut dua penulis biografi menjelaskan Ali melakukan tersebut tanpa ada unsur kesengajaan.
  3. Ali Menjalani duel profesional pertama pada 1960. Ketika itu, ia menghadapi Tunney Hunsaker yang merupakan kepala polisi Fayettaville, Virginia Barat. Pertarungan tersebut berlangsung selama enam ronde. Setelah itu, Ali dan Hunsaker menjadi teman baik. Dalam otobiografi, Ali mengaku pukulan yang paling tidak bisa ia terima adalah pukulan dari Hunsaker.
  4. Tahun 1984, Ali mengidap penyakit Parkinson. Penyakit ini membuat fisiknya menjadi lambat, gemetar dan tidak mampu berbicara. Hal ini tentu mempengaruhi kemampuannya.
  5. Ali dinobatkan sebagai olahragawan top pada abad ke-20 oleh majalah sport illustrated, ia juga menjadi olahragawan top yang pernah bertemu dengan para tokoh dunia seperti Ratu Elizabeth, Nelson Mandela, Paus Yohanes Paulus II, Fidel Castro, dan Saddam Husein. Ia juga pernah mendapat gelar Presidential Medal of Freedom pada 2005
  6. Dibalik dalam kehebatan dan kemampuan tinju, Ali ternyata merupakan sosok yang kurang cerdas. Kecerdasan ali pernah diukur dalam sebuah tes IQ oleh militer AS. Hasil menunjukan IQ Ali hanya bernilai 78. Namun dalam otobiografi, Ali mengatakan “Saya hanya bilang adalah orang yang terbesar, bukan orang cerdas”