Review Anime: Boku No Hero Academia

Review Anime: Boku No Hero Academia

April menjadi sebuah awal season baru untuk banyak anime. Salah satu anime yang menjadi perhatian adalah Boku No Hero Academia. Sejak awal kemunculannya, banyak pembaca yang berpendapat bahwa Boku No Hero Academia akan menjadi salah satu anime yang sukses menembus pasaran seperti One Piece, Bleach dan Naruto. Dan hal tersebut semakin terbukti di season ketiga ini.

 

Sebelumnya, pada season pertama, diceritakan bahwa di suatu masa, umat manusia berkembang secara drastis. Hampir semua manusia akan memiliki kemampuan yang biasa disebut dengan quirk. Dan quirk orangtua 99% dapat dipastikan menurun pada sang anak sama seperti DNA. Hanya saja, sama seperti dunia nyata, tidak semua hal akan berakhir indah, begitu pula yang terjadi di anime Boku no Hero Academia. Izuku Midoriya, sang anak yang terlahir di keluarga Midoriya tidak mendapatkan quirk Fire Breath dari sang Ayah ataupun quirk menggerakkan benda seperti sang Ibu. Cerita kemudian berlanjut dengan pertemuan Izuku Midoriya dengan sang pahlawan nomer satu, All Might yang kemudian menurunkan kekuatannya pada Izuku Midoriya.

 

Pada season kedua, cerita kemudian berlanjut ke kisah sekolah di mana Izuku Midoriya menuntut ilmu untuk menjadi pahlawan. Di season kedua ini, Izuku berusaha untuk membuktikan ke All Might bahwa dirinya mampu untuk menjadi pahlawan seperti yang diharapkan oleh All Might. Selain itu, di season kedua ini juga diperkenalkan para penjahat super yang kemudian akan bergabung menjadi satu kesatuan dan sedikit bocoran tentang musuh abadi All Might, yaitu All for One.

 

Berlanjut ke season ketiganya, di mana masih berlangsung di sekolah pahlawan tempat Izuku berada. Di season ketiga diceritakan bahwa Izuku harus mengembangkan kekuatannya lebih jauh lagi agar siap untuk bisa menggantikan posisi All Might. Selain itu, diceritakan bahwa league of super villain sudah terbentuk dan bahkan sudah memiliki strukturnya tersendiri. All Might dan kepolisian pun berusaha mencari tahu informasi mengenai league of villain namun terus menemui titik buntu.

 

Cerita kemudian berlanjut di mana sekolah Yuei, tempat Izuku belajar mengadakan camp musim panas. Biasanya di negara dengan 4 musim, awal musim panas selalu menjadi waktu di mana liburan diadakan. Hal tersebut untuk membantu para pelajar dan pekerja untuk bisa menghindari stress akibat perubahan suhu yang cepat. Dan biasanya untuk beberapa sekolah diadakan sejenis retreat musim panas agar para murid bisa bersantai sekaligus berkumpul dengan teman-temannya. Lanjut ke review, episode pertama dari season ini menjadi penanda, bahwa di season ini akan ada banyak sekali pertempuran dan perebutan gelar untuk menjadi yang terbaik di kelasnya. Pembukaannya adalah dengan lomba renang antara para murid pria. Namun, sayangnya, sebelum bisa menentukan siapa pemenangnya, episode diakhiri yang kemudian menjadi penanda bahwa Izuku masih belum bisa menang jika dibandingkan dengan Bakugo ataupun Todoroki.

Di episode keduanya camp berlanjut di mana kelas A bersama dengan kelas B harus pergi ke suatu tempat khusus untuk menghindari terjadinya konflik dengan league of villain. Akan tetapi, episode kedua ini dikhususkan untuk memulai latihan lebih awal tim A. Latihan tersebut adalah latihan pertempuran di mana kelas A harus bergerak dari satu lokasi ke tempat lain sambil melawan monster tanah yang dibuat dengan kemampuan dari seseorang yang direkrut untuk membantu mengajar. Cerita berakhir dengan sebuah pernyataan dari Eraser Head, Guru Wali kelas A bahwa kelas A sama sekali tidak mengembangkan quirknya selama berada di Yuei dan oleh karena itu akan menjalani latihan yang berat untuk mengembangkan quirk mereka.

 

Episode ketiganya adalah mengenai latihan yang dijalani oleh masing-masing murid untuk meningkatkan quirk mereka. Namun di episode ini juga ditampilkan bahwa elite dari league of villain yang sudah dibentuk bersiap-siap untuk menyerang para siswa sekolah Yuei yang sedang latihan. Pada episode ini terlihat latihan fisik yang harus dijalani setiap murid berbeda antara satu dengan yang lainnya. Episode ini diakhiri dengan dimulainya serangan para elite dan kebingungan para guru beserta dengan murid karena lelahnya latihan yang dijalani selama 2 hari sebelumnya.